You are here: HomeRedaksiBeritaUPACARA BENDERA 17-AN BULAN JUNI 2022 | KASDIM BACAKAN AMANAT KASAD

Bertempat di halaman RSUD. R.SYAMSUDIN SH. jalan Bunut,kel.cikole, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi telah dilaksanakan pemberian bantuan sembako dalam rangka memberikan semangat moril kepada tenaga kesehatan di RSUD.R Syamsudin. SH,(Jumat, 30 Juli 20

...

 Rabu, 27 Mei 2015. Kodim 0607/Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Kodim 0607/Kota Sukabumi bersama masyarakat sekitar dan anak-anak

...

UPACARA BENDERA 17-AN BULAN JUNI 2022 | KASDIM BACAKAN AMANAT KASAD

Kepala Staf Kodim Mayor Inf. Suntoro Mewakili Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf. Dedy Aryanto S.I.P.,M.M.,M.Han.,M.I.Pol.,  pimpin Upacara Bendera 17-an, yang diikuti oleh para Perwira, Bintara,  Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil dan Balak Aju. Bertempat di Lapangan Upacara Makodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan R.A. Kosasih, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/07/2022).

 

 

 

 

 

Dalam amanat KASAD Jenderal TNI. Dudung Abdurachman yang dibacakan Kasdim 0607/ Kota Sukabumi, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas berbagai prestasi dan hal positif telah berhasil diraih oleh Prajurit dan Satuan TNI-AD.

Namun demikian, disisi yang lain masih terdapat berbagai kekurangan dan hal-hal negatif seperti terjadinya tindakan kekerasan, pengedaran narkoba, penyelewengan anggaran dan pelanggaran-pelanggaran lain yang perlu mendapatkan perhatian.

''Hal ini tentu harus menjadi koreksi dan evaluasi kita bersama untuk pembenahan ke depannya,'' terangnya.

Pada Apel Komandan Satuan (AKS) bulan Juni lalu di Akademi Militer Magelang, KASAD menyampaikan beberapa hal. Pertama, Tingkatkan naluri intelijen khususnya di daerah operasi. Kedua, Prajurit harus menguasai medan operasi, tipologi wilayah dan karakteristik wilayah masing-masing.

Kemudian, yang Ketiga, Laksanakan pembinaan personel secara terukur untuk meningkatkan efektivitas dan efisian organisasi. Keempat, melakukan revisi terhadap doktrin yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan saat ini. Dan Kelima, Prajurit harus membantu menyukseskan program pemerintah dalam membantu kesulitan masyarakat.

KASAD meminta, hal tersebut agar benar-benar dipedomani dan segera ditindaklanjuti oleh seluruh Komandan Satuan jajaran TNI AD, serta tersosialisasikan hingga tingkat paling bawah.

Lebih lanjut, Kasdim membacakan, bahwasannya isu strategis global yang saat ini sedang mengemuka adalah terjadinya krisis di Negara Srilanka yang diperkirakan akan menjalar ke negara negara lain.

''Terkait hal tersebut, saya minta seluruh prajurit TNI AD dan keluarga tidak terpengaruh, melainkan harus tetap optimis, bahwa kita memiliki ketahanan nasional yang tangguh,'' pesan KASAD.

Sebagai alat negara, TNI-AD akan terus mendukung program-program pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan. Hal-hal yang telah dilakukan oleh TNI-AD salah satunya dalam mengawasi kelangkaan minyak goreng, bukanlah intervensi terhadap bidang-bidang lain.

''Namun semata-mata merupakan bentuk dukungan mengatasi persoalan sosial, agar negara kita terhindar dari krisis seperti yang terjadi di negara lain,'' paparnya.

Satu hal yang perlu diingat, KASAD menyampaikan, bahwa ancaman non-militer di masa depan akan banyak memberi tekanan kepada survivability suatu bangsa, yang salah satunya adalah ketahanan pangan.

''Menyikapi hal tersebut, saya juga telah mengeluarkan instruksi kepada satuan jajaran TNI AD, agar memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif guna membantu masyarakat sekitar dan menjaga ketahanan pangan nasional,'' imbaunya.

''Saya harapkan agar perintah tersebut benar-benar ditindak lanjuti dan direalisasikan oleh seluruh jajaran TNI AD secara bersungguh-sungguh, agar negara kita tidak mengalami krisis pangan,'' tegasnya.

Hal lain, KASAD juga menyampaikan, rentannya negara kita terhadap berbagai bencana alam, yang salah satu adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan.

''Karhutla telah menjadi bencana luar biasa yang dapat berdampak kepada lingkungan hidup dan ekosistem, termasuk dampak lainnya di bidang sosial ekonomi,'' beber KASAD dalam amanatnya.

Dalam rangka pencegahannya, KASAD memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI-AD, khususnya yang berada di kewilayahan untuk bersinergi, melaksanakan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama menanggulanginya.

''Laksanakan deteksi dini, patroli mandiri dan patroli terpadu bersama Polri, Polisi Kehutanan, Pemerintah Daerah serta masyarakat,'' katanya.

KASAD mengatakan, laksanakan sosialisasi kepada masyarakat, dirikan Posko Siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Apel Siaga serta Pelatihan bagi prajurit dan masyarakat.

''Itulah upaya-upaya penting dan bermanfaat yang dapat kita lakukan untuk mengatasi berbagai permasahan yang terjadi di lingkungan kita sekaligus mampu memberikan solusi,'' pungkasnya.

Diketahui, pada saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah dilaksanakan pengukuhan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Hal ini, menjadi indikator tigginya kepercayaan masyarakat kepada TNI-AD, untuk membantu program-program pemerintah.

''Oleh karena itu, saya berharap para komandan satuan dapat ikut serta menjadi bapak asuh anak stunting di wilayahnya masing-masing,'' pungkasnya. (Pendim 0607)