Rakor Mitigasi Bencana, Dandim 0607 Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Simulasi Gabungan

SUKABUMI – Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor tentang Mitigasi dan Penanganan Bencana Alam di Wilayah Hukum Polres Sukabumi Kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. (Kamis,24/9/2026)

 

 

Rakor diikuti sekitar 80 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, PDAM, PLN serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han., Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Satpol PP Kota Sukabumi H. Ayi Jamiat, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Iskandar Ifhan, S.IP., M.T., serta para pejabat dan perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam rakor tersebut, Kapolres Sukabumi Kota menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilaksanakan secara terpadu karena bencana tidak mengenal batas wilayah maupun kewenangan instansi.

Rakor diharapkan mampu menghasilkan pembagian tugas yang jelas, kesiapan personel dan peralatan, jalur komunikasi, sistem peringatan dini serta standar operasional prosedur dalam penanganan bencana. Setiap stakeholder juga dituntut siap melaksanakan tugas mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat hingga pemulihan.

Sementara itu, Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri menyampaikan pentingnya pemetaan wilayah yang memiliki potensi bencana, khususnya daerah rawan banjir, longsor dan pergerakan tanah, termasuk fasilitas umum yang berada di kawasan rawan bencana.

“Penguatan deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan serta jalur komunikasi bersama perlu terus ditingkatkan. Selain itu, perlu dilaksanakan sosialisasi, pelatihan dan simulasi gabungan agar pembagian tugas di lapangan semakin jelas dan tidak terjadi tumpang tindih,” ujar Dandim.

Menurutnya, sinergitas antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi situasi darurat. Dengan koordinasi yang baik, setiap unsur dapat bergerak sesuai tugas dan kewenangannya sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menekankan pentingnya edukasi kebencanaan dan pengelolaan informasi, termasuk melalui media sosial. Informasi mengenai bencana harus disampaikan secara resmi, cepat dan terverifikasi guna mencegah penyebaran informasi yang keliru serta kepanikan di tengah masyarakat.

Rakor juga membahas berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, antara lain banjir, longsor, pergerakan tanah, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran lahan, gempa bumi hingga pohon tumbang.

BMKG Sukabumi menyampaikan bahwa potensi bencana hidrometeorologi berlangsung sepanjang tahun dengan karakteristik yang berbeda pada setiap musim. Informasi cuaca dan peringatan dini BMKG diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh stakeholder.

Sementara itu, BPBD Kota Sukabumi melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat 105 kejadian bencana yang berdampak terhadap masyarakat, bangunan maupun menimbulkan kerugian material. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama untuk terus memperkuat langkah mitigasi, kesiapan sarana dan prasarana serta respons cepat terhadap setiap kejadian.

Dari unsur kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah menyiapkan sistem klaster kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC) dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Kesiapan tersebut didukung tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, PSC 119, ambulans, obat-obatan dan logistik kesehatan.

Basarnas Sukabumi juga menyatakan kesiapan dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan serta bersinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah dan potensi SAR lainnya dalam menghadapi kondisi darurat.

Dukungan kebutuhan dasar juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi menyiapkan dukungan air bersih melalui truk tangki, tandon portable, pompa dan selang bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Selain itu, RSUD R.Syamsudin, S.H. menyatakan kesiapan dalam menangani korban bencana melalui sistem kesiapsiagaan aktif dan pasif, termasuk pelaksanaan triase serta aktivasi Tim Siaga Bencana Rumah Sakit yang akan dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan, BPBD, TNI, Polri dan stakeholder terkait.

Melalui rakor tersebut, seluruh stakeholder menyatakan kesiapan untuk mendukung penanganan bencana melalui pengerahan personel dan sarana prasarana, sistem peringatan dini, pelayanan kesehatan, pencarian dan pertolongan, evakuasi, penyediaan air bersih serta dukungan logistik sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Rakor lintas sektor ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan potensi bencana hidrometeorologi pada Triwulan IV Tahun 2026.Selain itu, hasil koordinasi diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Dengan adanya sinergi yang semakin kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, diharapkan setiap potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana.(Pendim.0607)

 

1.jpg 2.jpg 3.jpg

4.jpg