Articles

Apel Nusantara Bersatu Wil Dim 0607/Kota Smi dan Dim 0622/Kab. Smi

SUKABUMI, (MB.COM) – Ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat, kepemudaan, dan tokoh lintas agama menghadiri Apel Nusantara Bersatu yang berlangsung di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/11/2016). Pantauan di lapangan, Apel Nusantara Bersatu tersebut mengambil tema “Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika” diikuti sekitar 10.000 orang dari unsur TNI, Polri, Pemkot Sukabumi, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, tokoh lintas agama, OKP, Ormas, LSM, komunitas otomotif, mahasiswa dan pelajar.

 

 Hadir pula Wali Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi, Kajari Kota Sukabumi, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Dandim 0622/Kab. Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota, Danyonif 310/KK, Danyon Armed 13/NGL, Danpuslatpurmar, pejabat teras Kabupaten Sukabumi, pimpinan Pondok Pesantren Falth, KH Fajar Laksana, dan sejumlah undangan lainnya.

Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, dalam sambutannya mengatakan semua elemen berkumpul dalam Apel Nusantara Bersatu ini untuk meneguhkan kembali komitmen Kebhinnekaan Tunggal Ika di NKRI. “Tak mudah menyatukan penduduk yang beranekaragam di negara kita, karena perbedaan status penddikan melatar belakangi cara berpikir bangsa,” kata Muraz.

 

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pemahaman kebhinnekaan harus bersifat ideologis berbangsa dan bernegara. “Penting bagi komponen bangsa dalam meningkatkan kualitas bangsa. Tapi kalau terjadi diskrimatif dalam penanganan kasus hukum, tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat bahkan berpotensi terjadi perpecahan di masyarakat,” ujarnya.

Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Fajar Laksana, dalam pidato kebangsaan menyebutkan resep penting bagi umat Islam adalah berdzikir. Karena dengan berzikir hati kita akan lembut. “Tapi kalau ada yang mengatakan Islam itu anarkis dan teroris, maka dia adalah pengkhianat Islam,” tegasnya.Ia berujar, Bhinneka Tunggal Ika sudah membingkai NKRI sejak BPUPKI merumuskan dan mendirikan landasan negara. Sukabumi, lanjut Fajar, juga mempunyai pahlawan yang merumuskan Pancasila melalui BPUPKI. “Kalau ada umat Nabi Muhammad yang radikal, maka itu bukan ummat Nabi Muhammad SAW. Kasih sayang Allah untuk semua mahluk yang ada di bumi. Islam tidak perlu ditakuti karena Islam cinta damai dan rahmatan lilalamin. Islam wajib taat kepada hukum, Islam adalah alat pemersatu bangsa, Islam itu mengikuti aturan yang berlaku, dan Islam tidak mengenal paham radikalis,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PUI Kota Sukabumi, Munandi Saleh, menjelaskan kebhinnekaan adalah realita yang tidak dapat dipungkiri oleh bangsa Indonesia.Terbentuknya NKRI adalah sejarah panjang yang tak lepas dari sejarah ormas, keagamaan, dan politik. “Islam adalah rahmatan lilalamin. Kata itu sudah ada dalam Al-quran. Islam tidak mengajarkan kekerasan serta menghormati keragaman suku etnis budaya bangsa,” ungkapnya. (**)

sumber : https://magnetberita.com